Minggu, 04 Desember 2016

Ketika Nada Merindu Irama
BY: Ahmad Sofiyan
Jika kata tak lagi bermakna
Rasa cinta berubah hina
Jika bunyi tak memancarkan arti
Nurani pun ruah akan iri dengki

Saat laku tak lagi beretika
Insan pun tak ubahnya satwa
Saat tutur enggan menuai jujur
Hakikat pun tergusur hancur lebur

Bila alunan lagu tak menghadirkan syair
Indah Irama pun tiada terukir
Bila musik tak mampu menjelma menjadi irama
Niscaya nada akan sumbang terasa

Mengapa semua yang ada saling mencerca
Bukankah kita semua adalah sama
Dari sperma hina tercipta
Hanya sahaya bagi yang kuasa

Sang oligarki seakan menebar tirani
Kepada jelata dengan aneka hegemoni
Sekte-sekte pun beradu mencapai keunggulan
Bukankah yang harus ditabur adalah kebaikan?

Duduklah bersampingan berdampingan
Leburkan persaingan dengan bergandeng tangan
Berdiri tegaklah sama rata tanpa jemawa
Tanpa sikap merendahkan satu dan lainnya

Dengan etika kita wujudkan cita-cita bangsa
Kita gubah sebuah gita penuh irama indah
Dengan berbagai oktaf dan karakter vocal berbeda
Tentunya dalam satu nada dan notasi yang sama

Senin, 17 Oktober 2016

SANTRI

Kopiah simbol mahkota kami
Jilbab kewajiban bukan sekedar properti
Mukena menjadi gaun nan tak terganti
Sarung bermakna perisai diri dan hati



Jika mereka bangga akan seragam
Kami santri hanya bisa berbusana kusam
Bila mereka gagah dengan jas dan dasi
Baju koko warna putih saja yang mampu kami beli



Dengan sepatu mereka melangkahkan kaki
Di setiap Senin bendera Merah Putih mereka Hormati
Paradok dengan kami yang hanya sandal sebagai alas kaki
Praktis 17 Agustus saja Upacara Bendera Kami lakoni.



Akan tetapi…..
Jangan ragukan ketulusan jiwa raga kami
Untuk menjaga keutuhan negeri
Di garda terdepan kami siap berdiri
Tasbih di kanan Hizbun Nashor di kiri
NKRI Harga Mati

Senin, 15 Agustus 2016

RAMADHANKU


Hari demi hari kian berlalu
Sang Waktu kian congkak terus melaju
Bak layangan putus menjauh tak menentu
Terbang tinggi terus berpacu
Terlepas dari kendali si anak lugu

Ingin rasanya ku bercengkrama selalu
Wahai bulan berkah oh Ramadhanku  
Tapi, harapan itu hanyalah semu
Sebentar lagi kau kan pergi mininggalkanku

Padahal tak jarang kuayalkan imingmu
Kado-kado berkahmu kulepas satu persatu
Terkadang kulakukan dengan jemu
Teraweh alpa selalu tadarus pun lesu

Tak lebih dari satu minggu
Keberkahan Ramadhan akan pergi dariku
Bulan rahmat nan indah dan syahdu
Bulan utama di mana setan dibelenggu
Bulan peperangan dengan hawa nafsu

Kau akan ku kenang dan ku rindu
Dalam setiap hembusan nafasku
Akankah setahun lagi kita bertemu?
Itupun semua tergantung usiaku

Jika Yang Kuasa tidak memberi kesempatan dan waktu
Merajut cinta dan kasih bersamamu
Semoga kesempatan ini dapat mengantarku
Kembali kepada-NYA, bersamamu oh Ramadhan kekasihku

Rabu, 06 Juli 2016



TERIMA KASIH
By Fikada (Sofi, Fida, Ida & Daniel)

Kurang Lebih satu tahun lamanya
kau mendidikku penuh setia
Di kelas 2 MI Raudlatul Falah Tercinta
Wahai guruku ibu Iriana…..

Serta tiadalah lupa
Bagi guru-guruku semua
Nurul Ehsan Sang Kepala
Beserta Abdurahman sebagai wakilnya

Aku ingin hebat seperti mereka
Seperti ibu Suhamina dan Tolak Ida
Berpengetahuan, penuh etika yang mulia
Agar berguna bagi bangsa dan agama

Aku ingin berprestasi tinggi
Setinggi tekad Bapak Yudi, fausi, dan rofi
Aku ingin menjadi murid yang berbudi
Seperti bapak rosi dan bapak rifa’i

Oh guruku…..
Terima kasih atas segalanya
Teruslah aku kau bina
Maafkanlah kenakalanku semua
Dari muridmu ananda SAFIKA

Rabu, 29 Juni 2016

ASA DALAM RASA


aku bagai gurun gersang di sana
selalu setia dan mendamba
akan tetes hujan mendera
sejukkan idam hati ÿâňģ merana

terkadang pula seperti musafir
tiada arah mencari setetes air
dimanakah dia mengalir
agar dahagaku lebur mencair

secuil damba dalam hati
akankah dapat terobati
secercah asa slalu menanti
pada sesuatu yang tiada pasti

harapku berubah menjadi candu
bagai alunan musik rindu akan lagu
layaknya anak kecil butuh belaian ibu
bak syair butuh bait nan syahdu

ku hanya бı̣̣ŝα pasrah
kepadaNYA jua aku berserah
tawakkal hati penuh tabah
semoga Allah memberi barokah

RAMADHAN

Sebentar lagi Ramadhan tiba. 
Salah satu ibadah wajib bagi muslim seluruh dunia. 
Semoga kita menyambutnya dg ria. 
Tentunya kuasa dalam melaksanakannya. 
Karena, di dalam Ramadhan terdapat pahala penuh berkah tiada tara. 
Janganlah sampai terbalik kita meletakkan paradigma. 
Targetkan hasil usaha setahun kita untuknya. 
Bukannya bekerja pada bulan Ramadhan untuk hari2 selanjutnya. 
Hal itu mungkin dapat menggelitik ikhlas kita 
dalam beribadah, berdoa, dan berpuasa. 
Sofiyan sekeluarga mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. 
Semoga ritual puasa satu bulan kali ini 
bisa mengubah rohani kita ke arah lebih baik nan berguna. 
Layaknya kepompong mengubah ulat menjadi kupu kupu indah yg nyata.

Rabu, 23 Maret 2016



Substansi Pondok Pesantren adalah mencipta dan mencetak output yg berwawasan cendikia berhati mulia. Entitas pesantren mencerminkan berjalannya keilmuan khususnya di bidang agama. Tokoh pemimpinnya pun harus berjibaku menjalankan roda pendidikan sebagai tonggak agama dan bangsa. Banggakah kalian wahai kaum santri ketika almamatermu menjadi terkemuka bukan karena outputnya? Atau terkemuka bukan karena sistem pendidikannya? 
Dewasa ini pun menjadi tumpang tindih masyarakat mengapresiasi Pondok pesantren. Yg lebih ironis, tidak sedikit khalayak yang bangga terhadap entitas pesantren yg terkemuka bukan karena sistem pendidikan yg ada di dalamnya, melainkan karena kehebatannya berkecimpung dalam dunia politik. Mereka seakan lupa orientasi dasar Pondok Pesantren.
Bolehkah pesantren berkecimpung di ranah politik, sah sah saja mungkin jawabannya. Akan tetapi, ideologi pesantren tetaplah harus dijaga sebagai lembaga pendidikan.
Akhirnya, marilah bangun kembali citra Pondok Pesantren yg sudah mulai buram keberadaannya. Kita angkat derajat almamater kita dengan keilmuan yg kita peroleh darinya. Bukan dengan kehebatan lainnya, yang membuat kita jauh dari intelektual dan spiritual. Buktikan keberadaan kita di tengah masyarakat dengan pengetahuan kita yang brilian, pekerti kita yg penuh etika. Sehingga, implementasi yg kita pancarkan mencerminkan almamater kita.